“Berpisah dengan keluarga dan teman seperti mengingatkan pentingnya mereka dalam hidupku.”
Alevko
14 tahun

BUKU DIGITAL

Percaya

Karena belajar bisa banyak cara, ruang kelasnya seluas angkasa.

Kumpulan 19 tulisan beserta video dan lagu, karya lima sekawan Pramuka OASE yang menjalani pendidikan berbasis keluarga (homeschooling). Berkisah tentang pengalaman sebulan tinggal dan belajar dari kehidupan bersama keluarga besar MTs PAKIS, sekolah tanpa guru di tepian hutan lereng Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah. 

Format file EPUB

“Berpisah dengan keluarga dan teman seperti mengingatkan pentingnya mereka dalam hidupku.”
Alevko
14 tahun

Perjalanan di luar imajinasi saya

Ibarat menikmati makanan penuh rempah, ada banyak cita rasa yang mengaduk emosi saya ketika membaca jurnal lima sekawan ini. Semua proses yang telah mereka jalani semakin memantapkan keimanan saya perihal perjalanan sebagai wahana belajar yang merdeka.
Kristanti W.A. Wardani
Co-Founder @Jaladwara_WisataArkeologi

There are many ups and many downs of this trip, and this trip made me learn new stuff and expand my knowledge. It has affected my personality without me even knowing (my mum says I’m nicer now). Even though I thought the living-in the resident houses by itself was an out-of-my-comfort-zone experience, I learned a lot about the people and the conditions they live in there.

Naufal

15 tahun

Ternyata asik banget ya tinggal di dekat hutan, bisa menjelajah hutan sampai jalan ke curug begini. Coba kalau tinggal di kota… aku tidak akan merasakan menjelajah ala Dora. Tidak akan deh khawatir pergi jauh karena takut ketemu binatang buas. Takut tapi asik, jadinya menantang. Aku mau deh pergi menjelajah hutan lagi.

Anja

14 Tahun

Mungkin sampai sekarang, masih banyak orang yang memandang anak desa sebelah mata. Sebulan ikut program  live-in ini membuka mataku bahwa sebenarnya anak-anak desa ini mampu melakukan banyak sekali hal. Bayangkan Indonesia tanpa desa, bukanlah Indonesia.

Ratri

15 tahun

Kehangatan yang aku rasakan di majelis perapian tak hanya bersumber dari nyala api, tapi juga keakraban serta keramahan yang ditumpahkan oleh semua yang hadir. Duduk di sana membuatku merasa seperti di rumah dan menjadi bagian dari keluarga.

Kaysan

16 Tahun

BUKU DIGITAL

Percaya

Itulah ungkapan hati kami, lima sekawan Pramuka OASE, yang tercurah dalam buku digital berjudul “PERCAYA”. Tak hanya berisi kumpulan tulisan, tapi juga video dan lagu untuk menemani para pembaca menikmatinya.

Karya ini menceritakan pengalaman kami berkegiatan bersama 21 siswa-siswi MTs PAKIS, sekolah tanpa guru di tepian hutan lereng selatan Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah.  Selama sebulan kami tinggal (live-in) bersama keluarga siswa-siswi MTs PAKIS dan menjalani kehidupan sebagaimana warga lokal.

Karya ini kami persiapkan sepenuh hati, untuk menggalang dana bagi perjalanan Eksplorasi teman-teman MTs PAKIS ke Jakarta. Kami sudah merasakan sendiri manfaat dan serunya belajar lewat perjalanan eksplorasi yang lamanya maksimal seminggu, sebelum akhirnya berani untuk mencoba live-in. Kali ini kami ingin berbagi cara belajar asyik yang selama ini kami rasakan kepada teman-teman MTs PAKIS.

Rencananya program Eksplorasi MTs PAKIS ke Jakarta akan berlangsung selama 5 hari 4 malam (30 Januari s.d. 3 Februari 2020). Total dana yang berusaha kami kumpulkan sebesar Rp. 20.000.000,- untuk 25 orang peserta (siswa dan relawan pendamping). Perjalanan akan kami persiapkan dengan dibimbing oleh kolaborasi mentor kami dari OASE dan PAKIS.

Semoga teman-teman, kakak, adik, ibu, bapak, tante, om, nenek, dan kakek tertarik mendukung niat kami dengan membeli karya buku digital ini. Silakan memutuskan harga sesuai keinginan (pay as you wish). Tak ada dukungan yang terlalu kecil bagi kami, karena semua berarti. Kami percaya dengan patungan bersama yang tidak mungkin bisa jadi mungkin.

Cara Pesan Buku Digital

Bingung mau bayar berapa?

Ilustrasi harga ini semoga bisa membantu

  • Membayar Rp. 200.000,- berarti membiayai perjalanan seorang peserta dari lokasi MTs PAKIS di Dusun Pesawahan, Banyumas ke Stasiun Purwokerto, lalu ke Jakarta dengan kereta api. Dua kalinya, bisa membiayai pergi pulang.
  • Membayar Rp. 50.000,- berarti memberi kesempatan seorang peserta mencoba aneka moda transportasi umum untuk menjelajah Jakarta.

Cara Pemesanan

Lakukan transfer pembayaran sejumlah yang diinginkan ke:

BCA No. Rekening 0941  236  293

a/n MIKAIL KAYSAN LEKSMANA

Kirim BUKTI TRANSFER lewat WA ke 08111  9999  20


Kami akan membalas dan mengirimkan file EPUB via WA

Hari Kedatangan

Days
Hours
Minutes
Seconds
Terima kasih untuk bantuannya. Mereka sudah sampai di Jakarta!

Dana yang Terkumpul

0
Dari kebutuhan 20.000.000

TERIMA KASIH

Kami bersyukur, target dana sudah tercapai di H-6.
 
Terima kasih untuk dukungan nenek, kakek, om, tante, kakak, dan juga teman-teman semua yang telah membeli buku digital PERCAYA. Semoga menikmati pula isi bukunya. Kami senang sekali bila pembaca bersedia menuliskan kesan terhadap isi buku di kolom pesan.
 
Buku digital Percaya akan tetap kami jual dengan cara pay as you wish.
 
Dana yang selanjutnya terkumpul kami niatkan untuk mendukung inisiatif proyek-proyek belajar yang idenya berasal dari teman-teman MTs PAKIS (misalnya ide wirausaha, riset, dan lain-lain).
 
Sekali lagi terima kasih. Lewat proyek ini kami belajar dan jadi percaya akan kekuatan gotong royong dalam mewujudkan mimpi bersama.

Apakah boleh saya memberikan file buku digital kepada orang lain?

Kami senang sekali bila kakak merasa buku digital kami menarik untuk dibaca orang lain. Silakan untuk mengajak keluarga inti (suami/istri dan anak) untuk ikut membaca bersama tanpa perlu melakukan pemesanan lagi.

Namun bila kakak ingin memberikannya kepada kerabat dan sahabat, mohon bantuan kakak untuk mengarahkannya ke situs kami dan melakukan pemesanan. Dukungan kakak untuk usaha pengumpulan dana yang sedang kami lakukan sangat berarti.

Gula Kelapa Kristal

Selain lewat karya buku digital, kami juga menggalang dana dengan menjual GULA KELAPA KRISTAL, yang kami ceritakan proses pembuatannya dalam salah satu tulisan di buku digital. Produk usaha rumah tangga warga Dusun Pesawahan tempat MTs PAKIS berada ini sudah dalam bentuk bubuk, sehingga mudah ditambahkan untuk teman minum teh/kopi/alpukat atau bahan membuat kue. Teman-teman MTs akan membawanya bersama mereka saat datang ke Jakarta. 

Terima kasih banyak atas kepercayaan dan dukungannya.

Salam hangat,
Tim NAKAR
Naufal-Alev-Kaysan-Anja-Ratri

Cara Pemesanan

Gula kelapa kristal kami jual seharga Rp. 20.000,- per 250 gram dengan cara curah. Harap siapkan wadah sendiri untuk belanja.

Produk pesanan akan tersedia dan didistribusikan mulai tanggal 1 Februari 2020 dengan cara:

  • Diambil pada acara RIUNGAN OASE, hari Sabtu, 1 Februari 2019
  • Diantar ke komunitas Jabodetabek bila memesan bersama sebanyak 5 kg atau lebih, dengan tambahan biaya ongkos kirim.
  • Distribusi demikian kami pilih untuk mengurangi sampah kemasan dari pengiriman via paket.

Untuk info dan pemesanan gula kelapa hubungi:
ANJA di 0857  143 861  10

“Real change is difficult at the beginning, but gorgeous at the end. Change begins the moment you get the courage and step outside your comfort zone; change begins at the end of your comfort zone.”

Roy T. Bennett

Belajar adalah petualangan menjelajahi gagasan dan kehidupan. Belajar adalah proses yang seru dan layak dinikmati, bukan beban yang ingin segera ditanggalkan.

Seperti pengalaman tinggal bersama selama satu bulan yang dialami Lima Sekawan anak-anak homeschooling ini. Seru membayangkan pergolakan hati mereka untuk mengelola berbagai pengalaman baru yang datang sekaligus, juga aneka masalah keseharian yang harus mereka selesaikan sehari-hari.
Previous
Next

Apa Itu Live In?

Live-in adalah eksperimen baru dari orangtua Klub OASE di tahun 2019. Gagasan yang lahir setelah tiga tahun menjalankan program eksplorasi. Eksplorasi adalah petualangan belajar dengan memanfaatkan perjalanan dan kehidupan nyata.

Adik-adik Pramuka OASE diajak untuk:

  • melepaskan diri dari gawai,
  • menggunakan seluruh panca indera untuk mengamati,
  • merasakan dengan hati segala hal yang ditemui selama perjalanan,
  • serta praktik sebagai pejalan yang mandiri dan bertanggung jawab.

Bila perjalanan Eksplorasi durasinya maksimal hanya seminggu, maka live-in baru saja berlangsung selama sebulan.

Untuk program live-in perdana ini, Klub OASE merintis kolaborasi dengan MTs PAKIS, sekolah tanpa guru di tepian hutan lereng selatan Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah. Kolaborasi yang kami harapkan jadi langkah awal usaha menguatkan hubungan antara kota dan desa.
Shanty Syahril
penggagas program Eksplorasi dan Live-in OASE

Belajar Merdeka

Belajar dari Desa untuk Indonesia, menjadikan setiap perjalanan hidup adalah belajar, saat jeda mengikat kuat, maka bersegeralah tancapkan niatmu, kuatkan tekad dan buatlah jejak membekas hingga mampu menembus batas.

Berdiam dan menengoklah, saat engkau mengalami ketidakjelasan, mereka tahu dimana ia sekarang, hanya keberanian yang harus kau ciptakan….ya keberanian berkreatifitas dan bertanggungjawab atas diri, pun demikian dengan lingkunganmu.

Lalu, meyakini bahwa ilmu itu begitu dekat bahkan di setiap hela nafas kita, karena itulah ruang belajar tak berbatas, hanya urat nadi tak lagi berdetak yang akan memisahkan kita. Choose dan tentukan mau belajar apa saat ini, nanti dan esok hari kalau tidak ingin menjadi orang yang paling merugi seantero negeri.

Berpikir dan melakukan kemudian, bahwa belajar merdeka itu bukan sekedar untuk hari ini, tapi untuk diri dan lingkungan harus mereka jemput kemudian.

Percayalah, terima hidupmu untuk kehidupan, yang lalu, saat ini, dan akan datang adalah hamparan surga yang terserak.

OASE with PAKIS, sebulan adalah tempaan untuk anak-anak kotanya Indonesia. Mereka tim NAKAR (Naufal Alev, Kaysan, Anja, Ratri) sudah belajar merdeka di desanya Indonesia secara apik. Semoga membekas lalu meretas bahwa anak kota bagian dari anak desa, pun demikian dengan anak-anak PAKIS, karena kewajiban belajar merdeka-lah kita akan kesana. Membayangkan ibu kota yang sebentar lagi ditinggal ibunya, anak desa juga harus mampu menjadi warna kotanya Indonesia.

Salam, PAKIS menjadi Lakune Nyong Rika Padha.

Tepian Telaga itu,

Isrodin
Penjaga Madrasah

Apa kata pembaca?

Perjalanan yang dilakukan oleh lima sekawan ini di luar batas imajinasi saya ketika seusia mereka. Tinggal di tempat asing nan terpencil, mengelola kegiatan mandiri, tidur terpisah dari teman sendiri, mengelola rasa rindu keluarga, dan sederet hal luar biasa lainnya mungkin terlampau sulit dijalani oleh anak usia remaja kebanyakan. Namun, lima sekawan ini percaya bahwa mereka bisa.

Teristimewa lagi mereka kemudian mampu melihat desa dan orang-orangnya sebagai subyek penting dalam pembelajaran tentang hidup. Bahwa orang-orang desa yang kerap lekat dengan stempel tertinggal nyatanya punya ketulusan hati dan kearifan lokal yang selama ini sering kali luput dari pandangan kita orang kota.

Ibarat menikmati makanan penuh rempah, ada banyak cita rasa yang mengaduk emosi saya ketika membaca jurnal lima sekawan ini. Semua proses yang telah mereka jalani semakin memantapkan keimanan saya perihal perjalanan sebagai wahana belajar yang merdeka.
Kristanti W.A. Wardani
Co-Founder @Jaladwara_WisataArkeologi
Belajar adalah petualangan menjelajahi gagasan dan kehidupan. Belajar adalah proses yang seru dan layak dinikmati, bukan beban yang ingin segera ditanggalkan.

Seperti pengalaman tinggal bersama selama satu bulan yang dialami Lima Sekawan anak-anak homeschooling ini. Seru membayangkan pergolakan hati mereka untuk mengelola berbagai pengalaman baru yang datang sekaligus, juga aneka masalah keseharian yang harus mereka selesaikan sehari-hari.

Saya menikmati cerita-cerita pengalaman mereka dalam buku ini.

Karena pendidikan adalah proses mengalami, bukan sekedar belajar teori.

Karena pendidikan adalah keberpihakan pada nilai-nilai yang selaras dengan kehidupan.
Buku ini kembali mengingatkan saya bahwa beradaptasi pada hakikatnya adalah sebuah proses belajar untuk mensyukuri apapun keadaan yang sedang dihadapi. Rasa galau meninggalkan keluarga beserta kota dengan segala kemudahannya tidak membuat kelima adik-adik ini menyerah dalam program live-in yang dilakukan hampir sebulan penuh.

Kisah mereka mengarungi hari demi hari membangun ikatan dengan keluarga dan tempat yang baru diceritakan dengan bahasa yang ringan serta luwes, sehingga sebagai pembaca saya turut merasakan serangkaian emosi yang disajikan dalam buku ini. Selamat! Buku ini sangat menghibur sekaligus menginspirasi!
Muhammad Naufal
Pembina Pramuka OASE 2017-2018
Membaca buku ini, menikmati kisah lima sekawan bertualang di MTs PAKIS memberikan saya harapan tentang masa depan yang tidak sesuram dalam gambaran para futurolog ilmu sosial.

Cara mereka bertutur sangat jujur. Takjub, rindu, dan kehangatan terasa dalam tulisan-tulisan di buku ini.

Betapa senangnya membaca kisah yang mereka tulis tatkala mereka berada dalam orisinalitas kemanusiaan yang berakar pada tradisi lokal. Ini adalah realita, gap kultural yang terjadi karena sentralisme pembangunan membuat anak-anak kita tumbuh di kota besar yang berjarak dengan akar tradisi kakek nenek mereka sendiri. Jarak yang semakin lama semakin menumbuhkan rasa angkuh akibat perbedaan cara hidup yang diukur melalui perspektif modernitas.

Padahal, dalam akar tradisi kultural kita terdapat banyak sekali nilai-nilai yang relevan untuk terus dikembangkan dan menjawab tantangan globalisasi itu sendiri.

Adalah paradoks pembangunan di era globalisasi yang mempertentangkan modernisasi dengan akar tradisi. Sebuah bangsa yang berangkat dari budaya agraris dan masih mengeja revolusi industri 4.0 di segala lini tentu saja harus mengantisipasi gap yang terjadi.

Lima sekawan dalam kisah mereka di MTs PAKIS menunjukkan akan kesadaran pentingnya mengenal kesederhanaan, kearifan, dan seluruh nilai genuine yang bisa digali dari bangsa sendiri. Tanpa gawai dan perangkat tenologi komunikasi, segala hal dalam hidup bisa menemukan substansinya kembali.
Gita Romadhona
Editor in Chief Penerbit KataDepan

Silakan tinggalkan pesan

Kami akan sangat bahagia jika Anda berkenan meninggalkan pesan setelah membaca buku kami.

5 Replies to “Kolaborasi Oase Pakis”

  1. Salah satu buku favorit yg masih berkesan sampai sekarang adalah Toto Chan.

    Membaca buku Percaya ini seperti membaca Toto Chan versi anak Indonesia. Tulisan 5 remaja dengan gaya bahasa mereka dan pengalaman yang mereka dapat saat live-in bisa membuat tertawa, berlinang air mata, dan terpukau saat membacanya. Mengingatkan kembali pengalaman 26 tahun yg lalu saat ikut pertukaran pelajar.

    Bonus lagu-lagu kerennya Ratri & video kerennya Alev bikin buku ini semakin menarik. Kalau beli buku kertas, mesti pakai ekstra CD supaya bisa dapat bonus. Kalau ini, di klik tautannya, dapat deh bonusnya. Great idea…

    Membeli buku digital ini berarti ikut memberikan pengalaman baru untuk teman-teman di MTs Pakis 😉

    1. Terharu sekali saya membaca ceritanya. Dan saya telah mengikuti berita-berita dari klub oase dari anak saya masih SD. Dan saat ini anak saya HS dan rencananya saya ingin bergabung di klub oase karena tertarik dengan berbagai kegiatannya.
      Dengan membaca cerita diatas yang sangat menarik sekali membuat saya yakin untuk mendidik dgn pendidikan HS.

  2. MTs Pakis itu ibarat anak2 “laskar pelangi” nya banyumas. Baca buku ini seakan melihat anak2 laskar pelangi banyumas dari sudut anak “kota”. Cerita mereka ketika live in di desa dimana mereka tidak boleh membawa gadget.


    Walaupu buku Percaya yang ditulis oleh anak-anak umur 14-16 tahun, namun mereka sudah mahir dalam mendeskripsikan pengalaman mereka sehingga membuat kita terpukau serta tertawa seakan ikut merasakan saat live-in. –

    Dengan membeli digital book ini berarti memberi kesempatan laskar pelangi MTs Pakis untuk merasakan live-in di kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *