Akhir-akhir ini, kami mendengar berita yang kurang menyenangkan bagi para praktisi homeschool mengenai kemungkinan adanya persyaratan mengikuti ujian untuk mendapatkan sertifikasi (ijasah) nasional yang memberatkan anak-anak pembelajar mandiri yang tidak ikut pendidikan formal maupun nonformal. Sambil menunggu angin segar perubahan kebijakan langkah-langkah mengikuti ujian nasional yang lebih baik, kami berempat (saya, mbak mella, mbak lala, dan mbak mira) memutuskan untuk mencari alternatif lain, salah satunya dengan mengunjungi kantor perwakilan Cambridge International Examination (CIE) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bagi yang belum tahu apa itu CIE, CIE adalah ujian internasional untuk mendapatkan sertifikasi (ijasah). Kalau dilihat dari situsnya, www.cie.org.uk, misi lembaga ini adalah untuk mewujudkan pendidikan internasional kelas dunia melalui kurikulum, ujian/assessment, dan pelayanan.
Sertifikasi yang dikeluarkan cambridge bertaraf internasional dan diakui dunia. Ujian yang disediakan setingkat dengan SD, SMP, dan SMA. Selain itu, kurikulum cambridge sendiri bisa didownload gratis disitusnya, dan buku-buku pelajaran yang menggunakan kurikulum cambridge bisa dibeli di toko buku yang menjadi distributornya, salah satunya Mentari Books yang ada di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Mungkin semua sudah mengetahui bahwa semakin banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang kemudian menggunakan kurikulum Cambridge dan mengurus ujiannya dengan bekerja sama dengan CIE UAI. Pertanyaan kami tentu saja, bagaimana dengan praktisi Homeschool?? Intinya hari itu, kami ingin memastikan peluang dan alternatif keluarga praktisi homeschool untuk mengikuti ujian sertifikasi Cambridge.
Tiba disana jam 11.30, kami diterima dengan senang hati oleh Bapak Denny Azhari meski rame-rame dengan pasukannya masing-masing (kami bawa anak-anak kami ikut serta). Setelah berbincang-bincang, berikut ini kesimpulan yang kami dapat:
1.Saat ini CIE UAI menyediakan ujian level SD (primary) dan SMA. SMP masih diurus perizinannya, meskipun menurut Pak Denny sebenarnya tanggung kalau ingin ujian SMP, lebih baik langsung SMA saja.
2. Untuk ikut ujian Cambridge, bisa daftar perorangan, tidak dibatasi usia dan bisa langsung ambil di level mana saja (SD/SMA). Sistemnya sama seperti ujian TOEFL/IELTS yang bisa diikuti siapa saja tanpa ada persyaratan raport atau ijasah pendidikan sebelumnya.
3.Ujian diselenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu bulan Mei-Juni (pendaftaran Desember-Februari) dan Oktober-November (pendaftaran bulan Juli-Agustus)
4. Biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua adalah biaya pendaftaran (400rb), biaya administrasi (450rb/subyek), dan biaya ujian.
5. Untuk ujian level SD (primary), yang diujikan adalah 3 mata pelajaran, matematika, sains dan bahasa Inggris dengan biaya Rp 750.000 (all in)
6. Ujian untuk level SD harus diambil satu paket/sekaligus 3 mata pelajaran tersebut dalam satu waktu.
7.Hasil dari ujian level SD ini mirip seperti STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) atau hasil ujian TOEFL/IELTS dan jika diperlukan bisa dipakai untuk mendaftar ke SMP di Indonesia yang menggunakan kurikulum cambridge atau RSBI.
8. Ujian level SD ini tidak ada hubungannya dengan ujian level SMP atau SMA, artinya bukan persyaratan yang harus diambil sebelum ikut ujian level SMP/SMA.
9. Untuk ujian level SMA, ada 4 yaitu:
Ujian IGCSE Rp 825.000 (dibayar per subject hanya untuk IGCSE)
Ujian O Level Rp 525.000 (dibayar per subject hanya untuk O Level)
Ujian AS Level Rp 650.000 (dibayar per subject hanya untuk AS Level)
Ujian A Level Rp 925.000 (dibayar per subject hanya untuk A Level)
11. CIE juga ada ujian praktikum di level SMA untuk kimia, biologi, dan fisika dengan biaya Rp 1.000.000 per-subyek.
12. Perbedaan diantara ujian-ujian tersebut adalah tergantung pada universitas yang dituju, sehingga calon siswa diminta untuk secara spesifik mencari tahu ke universitas tersebut atau melihat ke situsnya (untuk universitas di Indonesia belum terupdate), termasuk mengenai subyek apa saja yang ingin diujikan.
13. Ujian untuk level SMA berdasarkan persubyek dan bisa dicicil/diujikan terpisah waktunya tergantung kebutuhan dan permintaan dari universitas yang dituju.
14. Saat ini sudah semakin banyak universitas di Indonesia yang menerima hasil ujian CIE sebagai persyaratan administrasi pengganti ijasah nasional untuk mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi. Hanya saja, daftar universitas mana saja belum terupdate di situs CIE, sehingga harus ditanyakan langsung ke universitas yang bersangkutan, atau bisa dengan bapak Denny. Kemarin saat kami berkunjung, yang disebut oleh pak Denny diantaranya adalah UI, ITB, UNIBRAW, UAI, UPH, Binus.
15. Selain universitas di Indonesia, tentunya juga bisa dipakai untuk melamar ke universitas-universitas di luar negeri (daftarnya di situsnya), dan juga sebagai alat untuk mencari beasiswa.
Dari poin-poin diatas, kami berkesimpulan:
Keluarga praktisi homeschool punya kesempatan yang sangat luas untuk mengikuti ujian bertaraf internasional yang diakui dunia dengan biaya yang cukup lebih terjangkau dibandingkan jika masuk ke sekolah berkurikulum cambridge. Dengan demikian, pilihan ke universitas tidak perlu dibatasi hanya yang ada di dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
Keluarga Indonesia lainnya yang menyekolahkan anak di sekolah biasa dan ingin anaknya punya sertifikasi cambridge tanpa masuk ke sekolah berkurikulum cambridge juga sangat terbuka.
Tantangan yang paling kelihatan saat ini adalah kemampuan bahasa Inggris anak-anak Indonesia dalam menjawab soal ujian cambridge, untuk itu kami kemarin juga berdiskusi mengenai apakah akan ada try out ujian Cambridge dan workshop bagaimana persiapan menghadapi ujian Cambridge ini. Jawaban yang kami dapat adalah: BELUM ADA, tapi Pak Denny bersedia adakan try out dengan syarat kami yang menyediakan tempat ujian dan minimal 10 anak dengan jenis ujian yang sama. Untuk workshop juga masih terbuka lebar.
Tantangan yang kedua adalah mungkin meningkatkan rasa percaya diri orangtua dan anak-anak homeschool bahwa kita semua MAMPU dan BISA mengikuti ujian internasional. Dan ini kami harapkan saling mendukung dan saling bahu membahu menuju kesana.
Terakhir, kami mengajak CIE UAI dan Pak Denny khususnya untuk “brainstorming” kepada orangtua baik yang sekolah maupun praktisi homeschool mengenai Cambridge dan bagaimana pelaksanaan ujian secara mandiri. Pak Denny sendiri sudah bersedia nih. Seru kan? ^_^
Maju terus pendidikan Indonesia!! ^_^

























































Great!!!
Semoga bermanfaat info ini bagi banyak orang yang membutuhkan…ya Bu… Salam dahsyat …!!
izin share ya Bu
Yay!! Makasih kepada Keempat Pendekar HSku tersayang
Kalau ada try out & pas bisa tentu aku mau ikutin donna ^_^
harus di Jakarta ya? di kota lain terdekat dengan jogja, ada gak ya? terima kasih
Di Jogja bisa tanya di SMAN 1 Teladan Yk. Mereka juga berstatus center spt CIE UAI.
SMAN 1 Teladan YK juga berstatus CIE center, jadi bisa tanya ke sana apakah bisa mendaftar ujian sebagai private candidate.
wow…..semakin yakin melangkah nih utk 3 buah hati dirumah dengan jalur homeschool. jika memang ujian CIE ini sangat mudah dan bisa diterima dibanyak universitas, artinya kita sudah tidak perlu bingung lagi dengan ujian nasional. menurut saya, kita bisa memilih jalur mana yang akan ditempuh anak2. … makasi banyak buat infonya….seneng buanget dengernya… uhuy!
[...] yang berubah-ubah dan tidak kondusif, praktisi homeschooling dapat mempertimbangkan untuk mengambil ujian Cambridge. Prosesnya transparan dan jelas, tidak ada prasyarat usia untuk mengikuti ujian. Hanya saja, perlu [...]
ijin pasang di wall FB ku ya…makasih
Terima kasih infonya,… namun ada pertanyaan lagi nih,… khan biasanya klo mo daftar ke S2 pasti diminta ijazah S1 dan Transkrip kan,… nah,… klo untuk masuk SD,SMP, SMA dan S1 pake raport dak sih ? maksudku Cambridge juga bisa menfasilitasi nilai raport dak ya? thanks a lot
Dear All,
Terima kasih tuk Ibu Wiwiet dan kawan-kawan atas kunjungannya ke kantor CIE of UAI beberapa waktu lalu.
Banyak sekali pengalaman dan masukan yang kami peroleh, semoga kita dapat membina hubungan yang baik.
kami di
Bagi kawan-kawan yang menginginkan kerja sama dengan kami, kami siap membantu ke daerah Bapak/Ibu di Indonesia.
Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan Workshop mengenai CIPP, dalam acara tersebut akan ada Talk Show dan Try Out CIPP. Silakan kunjungi blog kami di http://cieofuai.wordpress.com/
Wassalamu ‘alaykum
Denny (081288354545)
Dear Ibu Wiwiet Mardiati,
Interesting article you wrote pertaining to homeschooling.
My name is Faizol Musa, the Schools Development Manager Indonesia and representative of University of Cambridge International Examinations for Indonesia.
Two important points I would like to add here,
1. For textbooks and workbooks, apart from Cambridge University Press, you could also purchase Hodder Education books and Oxford University Press books for the preparations. Those are the publishers we endorsed and recommended.
2. Parents and students can also purchase directly our publication catalogue where you can sample of past papers and many more supporting materials; http://www.cie.org.uk/profiles/teachers/orderpub
Also for more information about our programmes and qualifications, please visit our website http://www.cie.org.uk and also our recognition website http://recognition.cie.org.uk/
Thank you and wish you all the best!
Regards,
Faizol Musa
Thanks infonya sangat berguna!
Hallo teman2 Klub OASE bahagia banget nemu article ini. Oh ya udah ada ngga ya keluarga HE yang udah ikutan ujian CIE ini. Trus kalo ngga lulus ujian sekali sistemnya gmna
.
makasiiiiii
Ditunggu workshopnya kalau bisa bikin webinar ya, jadi anak gunung seperti anak saya bisa ikutan dan ga jauh2 ke Jakarta